anime

On Jumat, 01 Maret 2013 0 komentar

Petisi Anime
(dimuat di Animetopia Majalah Ultima Maret 2001)
Motif

Motif dilaksanakannya Petisi Anime ini sebenarnya sederhana, yaitu keinginan menonton lebih banyak anime di tv. Selama ini anime yg diputar di tv Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan dgn jumlah anime yang ada. Sekarang memang banyak anime beredar dalam format vcd baik yg original amupun bajakan, tapi harganya masih relatif mahal untuk ukuran penggemar anime yg sebagian besar pelajar. Lagipula tidak semua orang mempunyai vcd player ‘kan?
Tujuan
Tujuan Petisi anime adalah supaya stasiun tv mau menayangkan lebih banyak anime dan lebih bervarisasi. Seperti kita ketahui, anime yg diputar sebagian besar adalah anime untuk anak-anak atau semua umur seperti Doraemon. Sebenarnya satsiun tv bukannya tidak mengenal anime karena anime seperti Saint Seiya,Tokyo Babylon, Shulato , dll. pernah diputar. Tapi “penyakit” stasiun tv yg sering kumat adalah dihentikannya penayangan anime berseri justru saat tengah seru-serunya. Penyakit ini juga yg ingin kita hilangkan. Selain tujuan tersebut, saya juga ingin mengubah stereoptype anime hanyalah untuk anak-anak. Pandangan salah macam itulah yg menyulitkan berkembangnya anime di Indonesia.
Awal Petisi Anime
Untuk mencapai tujuan di atas, apa yg harus dilakukan? Dengan memahami cara kerja stasiun tv yg tergantung pada respon pemirsanya, yg dibutuhkan adalah menunjukkan bahwa peminat acara anime itu banyak. Selama ini anime ditujukan untuk segmen pemirsa anak-anak yg jumlahnya tidak signifikan. Maka anime bisa dibilang hanya sebagai pelengkap program tv untuk anak-anak. Padahal penggemar anime cukup banyak untuk dibuatkan segmen sendiri. Pihak stasiun tv tidak tahu karena selama ini para penggemar anime seolah-olah “tidak kelihatan”.
Waktu saya pertama kali bergabung di salah satu forum anime online, banyak sekali yg mengeluhkan sedikitnya anime yg diputar di tv. Ada yg mengusulkan demo dan petisi, tapi tak satupun yg benar-benar melakukannya. Kalau demo ke stasiun tv sih rasanya agak berlebihan ya. Saya sendiri sudah mencoba mengirim e-mail ke beberapa stasiun tv meminta penayangan anime baru, dilanjutkannya anime yg putus di tengah jalan dan diputar ulangnya beberapa anime bagus yg pernah ditayangkan. Tapi apalah arti suara satu orang. Tentunya akan lebih diperhatikan bila itu merupakan usul dari banyak orang.
Saya tergerak untuk menyuarakan petisi anime ini setelah menbaca surat seorang penggemar anime bernama Yumie yg dimuat di salah satu majalah anime pada bulan September 2000. Yumie sendiri sudah berusaha mengontak stasiun tv meminta penayangan anime. Yumie juga sadar bahwa pihak stasiun tv tidak akan merespon dgn baik bila kita berusaha sendiri-sendiri. Saya setuju dgn Yumie dan merasa sudah saatnya penggemar anime “menampakkan diri”, meminta apa yg kita inginkan bersama. Dan cara yg terbaik untuk itu adalah dgn petisi. Saya sudah mengirim surat pada Yumie, tapi sayang tidak ada balasan. Jadi saya ambil inisiatif untuk mengajak penggemar anime  melalui salah satu forum anime online untuk membuat petisi anime. Pada awalnya semua setuju dgn usul saya. Tapi yg saya maksud adalah kita membuat petisi bersama-sama mulai dari persiapan sampai pelaksanaannya karena akan sulit bila dikerjakan oleh satu orang saja, apalagi mengingat penggemar anime tersebar di seluruh Indonesia. Sayang sekali, ajakan saya itu tidak pernah ditanggapi dgn bantuan yg real, tidak ada satupun yg bersedia ikut merancang bentuk petisi seperti apa atau bagaimana cara pelaksanaannya. Hanya ada satu orang yg benar-benar memberi masukan berharga [thanks a lot, Nick!] Setelah satu bulan mencari dukungan tapi tanpa hasil  akhirnya saya mengambil keputusan, saya melakukannya seorang diri atau tidak sama sekali. Karena saya bukan tipe orang yg berani bicara saja, saya mempersiapkan petisi anime sendirian.
Persiapan
Awalnya petisi anime dimaksudkan dalam bentuk offline melalui pos, tapi saya keburu pesimis setelah melihat reaksi atas ajakan saya. Jadi saya putuskan untuk membuat petisi online dulu karena lebih murah dan bisa diakses oleh penggemar anime di mana-mana. Selama ini bila saya meminta masukan untuk petisi anime pada pengemar anime di Indonesia, tidak pernah ditanggapi secara serius, maka saya minta saran dari seorang teman dari Canada yg juga membuat petisi anime secara online. Dalam mendesain dan menyusun web site petisi anime ada banyak pertimbangan seperti page yg cepat di-download, petisi yg singkat dan mudah diisi supaya orang tidak malas mengisinya ditambah aturan bagi orang yg suka iseng dan dapat merusak pelaksanaan petisi. Saya juga mendorong orang untuk menyebarluaskan petisi online dgn cara link exchange. Kemudian tanpa desain yg canggih, web site petisi anime dibuka pada tanggal 4 Oktober 2000.

Pelaksanaan

Karena publikasinya masih kurang, pengisi petisi anime online sedikit. Dalam waktu 4 minggu pertama hanya terkumpul 60-an penandatangan. Jadi saya juga mengirim e-mail ke penggemar anime yg saya tahu alamatnya dan memberitahu tentang  petisi anime online lewat forum anime dan salah satu majalah anime. Memasuki bulan November jumlah penandatangan langsung melonjak menjadi lebih dari 100 orang.
Dalam petisi anime online saya mengumpulkan dukungan untuk petisi offline karena pelaksanaannya akan lebih sulit dikontrol dan membutuhkan dana yg tidak sedikit. Setelah cukup yakin, pada akhir Oktober 2000 petisi offline mulai dikirim ke sejumlah penandatangan petisi online yg sudah mengirim alamat dan juga beberapa orang yg sama sekali belum tahu tentang petisi anime. Yang mengejutkan, orang pertama yg mengembalikan petisi offline penuh (46 ttd) adalah orang yang sebelumnya tidak tahu-menahu tentang petisi anime ini. Itu pun dalam waktu yg relatif singkat, 2 minggu sejak saya mengeposkannya ke Surabaya. Justru saya kecewa pada orang-orang yg sudah tahu sebelumnya dan mengatakan bersedia ikut petisi offline karena banyak yg sampai sekarang belum mengirimkannya kembali kepada saya.
Perlu saya tegaskan di sini bahwa semua biaya untuk petisi anime baik yg online maupun yg offline ditanggung oleh saya sendiri. Saya tidak pernah meminta dana pada pihak manapun jadi saya keberatan bila ada pihak-pihak yg mengatasnamakan petisi anime ini. Petisi anime ini atas nama seluruh penggemar anime di Indonesia.

Kendala

Membuat petisi anime tidaklah semudah yg dikira orang. Untuk petisi online, kendalanya datang dari penandatangan petisi yg menganggap petisi ini main-main dan mengisi petisi seenaknya sehingga menambah kerja saya sebagai supervisor. Belum lagi kata-kata kasar dan ejekan yg saya terima dari sekian banyak orang yg tidak sadar bahwa petisi anime ini untuk kepentingan mereka juga. Hal ini sangat saya sayangkan karena saya kira penggemar anime adalah orang yg terbuka dan bersahabat. Kendala lain adalah tuntuan dan kritikan pedas yg ditujukan pada saya soal petisi. Bukannya saya tidak suka dikritik, tapi mnegurus petisi anime sendirian tidak gampang. Jika mereka tidak cuma bisa menuntut ini-itu tapi jug amenawarkan bantuan, tentu semuanya bisa dilaksanakan dgn cepat. Jadi keberhasilan petisi anime ini tidak tergantung kepada saya. Saya hanya membuka jalan, yg berperan adalah penggemar anime sendiri. Tapi sepertinya semua hanya ingin menikmati hasilnya saja tanpa usaha yg nyata.
Untuk petisi offline, kendala terbesarnya adalah waktu dan dana. Petisi dikirim melalui pos dan tidak ada jaminan bahwa si penerima akan mengembalikannya. Itu membuat petisi offline berjalan lambat dan sulit diperkirakan keberhasilannya.
Kendala lainnya adalah protes mengenai tayangan anime yg dimuat di surat kabar. Apabila banyak protes seperti itu kemungkinan pihak stasiun tv akan mengurangi tanyanan anime.

Keuntungan

Keuntungan dari petisi anime itu sendiri belum bisa dirasakan sebelum hasil petisi dikirim ke stasiun tv. Secara pribadi saya mendapat keuntungan tersendiri kaarena dapat berkenalan dengan penggemar anime di seluruh Indonesia. Beberapa orang bahkan kini menjadi teman baik saya. Mereka menyatakan dukungan yg membangkitkan semangat saya dalam menyelesaikan petisi anime ini dan berusaha agar tujuan kita dapat tercapai. Keuntungan lainnya yg saya harapkan adalah para penggemar anime bisa bersatu dan saling bersahabat.

Langkah berikutnya

Seperti yg sudah saya pikirkan sebelumnya, apabila hanya sekedar petisi, hasilnya mungkin akan dianggap main-main, ditertawakan  atau dibuang ke tempat sampah oleh orang-orang yg tidak mengerti anime. Kedengarannya pesimis sekali bukan? Tapi untuk mencegah hal itu terjadi , saya membuat tulisan yg menjelaskan tentang anime dan hal-hal yg berhubungan dgn anime untuk satsiun tv. Jadi ada dasar rasional untuk permintaan kita. Sekali lagi saya sudah mengajak para penggemar anime menyumbang pikiran untuk hal ini, tapi tidak juga ada tanggapan. Jadi tulisan itu hanya sebatas kemampuan saya. Mungkin tidak sempurna dan tidak mencakup semua aspirasi penggemar anime di Indonesia, tapi saya tidak dapat berbuat banyak tanpa bantuan orang lain.
Apabila petisi anime sudah selesai dan hasilnya diserahkan ke stasiun tv , website petisi anime akan tetap dibuka untuk menampung ide atau usul yg berhubungan dgn tayangan anime di tv, yg akan disampaikan ke stasiun tv. Saya akan menjaga hubungan dgn pihak stasiun tv yg bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Penutup
Ternyata banyak sekali yg saya pelajari hanya dgn mengurus petisi anime. Secara garis besar saya masih kecewa dgn sikap penggemar aniem yg kurang peduli dan kurang menghargai usaha orang lain (apakah faktor usia mempengaruhi??) Padahal kecintaan kita pada anime sudah membuat kita unik dan banyak hal positif yg bisa kita pelajari dari anime agar kita tidak diremehkan orang lain, tidak dianggap seperti anak kecil atau membuat anime dituding berpengaruh buruk bagi generasi muda.
Apakah tulisan ini terkesan tidak adil? Bisa dibilang begitu karena yg saya ungkapkan benar-benar terjadi. Saya tidak bermaksud mengabaikan dukungan dari orang-orang yg berjasa bagi petisi anime, tapi sekali lagi, petisi ini adalah untuk kepentingan bersama. Semuanya bisa sia-sia hanya karena ketidakpedulian sebagian orang yg akan merugikan semua penggemar anime. So it’s all up to you now.
Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak pada semua pihak yg sudah mendukung petisi anime. Arigato, Avante.
**Velisha
konichiwa.......

0 komentar: